Mohon Kepada Bapak Ibu Inilah 102 Daftar Sirup Terbaru yang Dilarang Oleh Kemenkes

 

Mohon Kepada Bapak Ibu Inilah 102 Daftar Sirup Terbaru yang Dilarang Oleh Kemenkes
Himbauan kemenkes tentang  102 sirup yang dilarang

Spesialnews.com - Pada 18 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan RI melaporkan 99 anak meninggal akibat obat sirup, dan 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut.

Diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol (EG) diduga menyebabkan gagal ginjal akut bahkan kematian pada anak, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau masyarakat untuk menjauhi penggunaan sirup untuk anak sebagai berikut.

102 Daftar Obat sirup anak:

Asam Valproat Sirup

Afibramol

Alerfed Syrup

Ambroxol Syr

Amoksisilin

Amoxan

Anacetine Syrup

Antasida Doen

Apialys syr

Baby cough

Camivita

Caviplex

Cefspan Syrup

Cetrizin

Colfin Syrup

Cupanol Syrup

Curbexon Syrup

Curviplex Syrup

Carsida Magnesium Hydroxide

Carsida Simethicone

Carsida Alumunium Hydroxide

Depakene

Dextaco Syrup

Domperidon Syrup

Elkana Syrup

Eritromisin

Etamox Syrup

Fartolin Syrup

Ferro K

Hufabethamine Betametasone

Hufabethamine Dexclorfeniramine meleat

Hecosan

Hufabetamin

Hufagrip

Hufamag Plus Syrup

Hufallerzine Promethazine HCI

Hufallerzine Glyceryl guaicolate

Hufallerzine Tinctur Ipecacuanhae

Hufagrip Chlorphenamine Meleate

Hufagrip Pseudoefedrin HCL

Hufagrip Chlorphenamine Meleate.

Ibuprofen

Ifarsyil Plus

Interzinc

Itamol Syrup

Klinik Tazkia Paracetamol Syrup

Metronidazole Syr

Novachlor Syrup

Nytex

OBH Ane Konidin

Omedom Syrup

Omemox

Pacdin Pouch Syrup

Pamol

Paracetamol

Paracetamol

Paracetamol Syrup

Paraflu

Profilas Syrup

Psidii Syrup

Ranivel Syrup

Rhinofed

Rhinos Junior Syrup

Rhinos Neo drop

Rosidin

RSKM: Paracetamol Syrup

Renalit natrium

Renalit kalium

Renalit Glucose

Renalit Cltrate

Renalit Chlorida

Sanmol Syr

Sanprima

Tempra

Termenza Syrup

UNIBEBI Cough Syrup

Vesperum

Vestein (Erdostein)

Zenichlor Syrup

Zync Syrup

Zyncpro Syr

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menguji ratusan daftar obat ini, menurut Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementria Kesehatan.

Obat-obatan ini tidak akan diizinkan untuk diresepkan atau dijual jika kontaminan ditemukan berada di atas tingkat yang diizinkan.

Menurut Nadia, "(Saat ini) (Statusnya Masih) Himbauan Untuk Tidak Dimanfaatkan," saat dikonfirmasi pada Sabtu, 22 Oktober 2022.

Baca Juga: Motif Penembakan Mata Kiri Mahasiswa Aceh di Lhokseumawe

Baca Juga: Penting di Isi Menu Tambahan di Pendataan NON ASN

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak